DEPOK — Menumbuhkan minat baca dan tulis sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam dunia pendidikan. Hal inilah yang terlihat di lingkungan Kelas 1 SDIT Ummu’l Quro Depok, di mana para guru menghadirkan program pembelajaran yang kreatif dan interaktif guna meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui kegiatan membaca dan pembuatan media “Pohon Literasi”.
Kegiatan ini diawali dengan sesi membaca bersama yang disesuaikan dengan tingkat usia anak-anak kelas 1. Dengan bimbingan guru, siswa diajak untuk membaca buku cerita bergambar atau teks pendek yang sarat akan pesan moral. Suasana kelas tampak antusias ketika anak-anak mulai mengeja kata demi kata dan melihat ilustrasi penuh warna di dalam buku bacaan mereka.
Setelah durasi membaca dirasa cukup, tahapan kegiatan berlanjut ke sesi penulisan kreatif. Setiap siswa dibagikan media kertas khusus berbentuk daun atau buah warna-warni yang cerah. Pada media tersebut, mereka ditantang untuk menuliskan kembali intisari atau hasil temuan sederhana dari buku yang baru saja dibaca. Mulai dari menuliskan judul buku, nama tokoh utama favorit, hingga satu kalimat pendek yang menceritakan kesan atau pesan moral dari cerita tersebut.
Puncak keseruan dan interaksi aktif terjadi pada sesi berikutnya. Satu per satu siswa diminta untuk maju ke depan kelas dengan penuh percaya diri guna membacakan hasil temuan dan tulisan mereka di hadapan guru serta teman-teman sekelasnya. Dengan suara yang lantang dan ekspresi yang polos, anak-anak menceritakan kembali apa yang mereka tangkap dari buku bacaan tersebut. Aktivitas ini terbukti sangat ampuh melatih keberanian mental, artikulasi berbicara, serta rasa percaya diri siswa sejak dini.
Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan yang bermakna ini, para siswa secara bergantian menempelkan kertas berbentuk daun dan buah hasil tulisan mereka pada sebuah media tiruan ranting pohon yang dinamakan “Pohon Literasi”. Perlahan namun pasti, ranting-ranting pohon tersebut mulai tampak rimbun dan berwarna-warni, merepresentasikan suburnya semangat belajar dan membaca di dalam kelas.
Wali kelas 1 SDIT Ummu’l Quro Depok menyampaikan bahwa metode pembelajaran interaktif semacam ini sangat penting untuk membentuk karakter pembelajar mandiri pada anak. Melalui visualisasi “Pohon Literasi” yang terus bertumbuh lebat, diharapkan motivasi dan kecintaan siswa terhadap dunia literasi akan terus bersemi dan tertanam kuat hingga mereka dewasa nanti.




